Sabtu, 25 Januari 2014

Post test COBIT Analisis kinerja Sistem

Definisi Audit Teknologi Informasi (IT AUDIT)Audit teknologi informasi (Inggris: information technology (IT) audit atau information systems (IS) audit) adalah bentuk pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur teknologi informasi secara menyeluruh. Audit teknologi informasi ini dapat berjalan bersama-sama dengan audit finansial dan audit internal, atau dengan kegiatan pengawasan dan evaluasi lain yang sejenis. Pada mulanya istilah ini dikenal dengan audit pemrosesan data elektronik, dan sekarang audit teknologi informasi secara umum merupakan proses pengumpulan dan evaluasi dari semua kegiatan sistem informasi dalam perusahaan itu. Istilah lain dari audit teknologi informasi adalah audit komputer yang banyak dipakai untuk menentukan apakah aset sistem informasi perusahaan itu telah bekerja secara efektif, dan integratif dalam mencapai target organisasinya.

IT Audit Tools (Software)Tool-tool yang dapat digunakan untuk membantu pelaksanaan Audit Teknologi Informasi. Tidak dapat dipungkiri, penggunaan tool-tool tersebut memang sangat membantu Auditor Teknologi Informasi dalam menjalankan profesinya, baik dari sisi kecepatan maupun akurasinya.Berikut beberapa software yang dapat dijadikan alat bantu dalam pelaksanaan audit teknologi informasia. ACLACL (Audit Command Language) merupakan sebuah software CAAT (Computer Assisted Audit Techniques) yang sudah sangat populer untuk melakukan analisa terhadap data dari berbagai macam sumber.ACL for Windows (sering disebut ACL) adalah sebuah software TABK (TEKNIK AUDIT BERBASIS KOMPUTER) untuk membantu auditor dalam melakukan pemeriksaan di lingkungan sistem informasi berbasis komputer atau Pemrosesan Data Elektronik.
b. PicaloPicalo merupakan sebuah software CAAT (Computer Assisted Audit Techniques) seperti halnya ACL yang dapat dipergunakan untuk menganalisa data dari berbagai macam sumber.Picalo bekerja dengan menggunakan GUI Front end, dan memiliki banyak fitur untuk ETL sebagai proses utama dalam mengekstrak dan membuka data, kelebihan utamanya adalah fleksibilitas dan front end yang baik hingga Librari Python numerik.Berikut ini beberapa kegunaannya :· Menganalisis data keungan, data karyawan· Mengimport file Excel, CSV dan TSV ke dalam databse· Analisa event jaringan yang interaktif, log server situs, dan record sistem login· Mengimport email kedalam relasional dan berbasis teks database· Menanamkan kontrol dan test rutin penipuan ke dalam sistem produksi.


c. Powertech Compliance Assessment
Powertech Compliance Assessment merupakan automated audit tool yang dapat dipergunakan untuk mengaudit dan mem-benchmark user access to data, public authority to libraries, user security, system security, system auditing dan administrator rights (special authority) sebuah serverAS/400.


d. Nipper 
Nipper merupakan audit automation software yang dapat dipergunakan untuk mengaudit dan mem-benchmark konfigurasi sebuah router.
Nipper (Jaringan Infrastruktur Parser) adalah alat berbasis open source untuk membantu profesional TI dalam mengaudit, konfigurasi dan mengelola jaringan komputer dan perangkat jaringan infrastruktur.

e. Nessus
Nessus merupakan sebuah vulnerability assessment software, yaitu sebuah software yang digunakan untuk mengecek tingkat vulnerabilitas suatu sistem dalam ruang lingkup keamanan yang digunakan dalam sebuah perusahaan

f. Metasploit
Metasploit Framework merupakan sebuah penetration testing tool, yaitu sebuah software yang digunakan untuk mencari celah keamanan. 

g. NMAP
NMAP merupakan open source utility untuk melakukan security auditing. NMAP atau Network Mapper, adalah software untuk mengeksplorasi jaringan, banyak administrator sistem dan jaringan yang menggunakan aplikasi ini menemukan banyak fungsi dalam inventori jaringan, mengatur jadwal peningkatan service, dan memonitor host atau waktu pelayanan. Secara klasik Nmap klasik menggunakan tampilan command-line, dan NMAP suite sudah termasuk tampilan GUI yang terbaik dan tampilan hasil (Zenmap), fleksibel data transfer, pengarahan ulang dan tools untuk debugging (NCAT) , sebuah peralatan untuk membandingan hasil scan (NDIFF) dan sebuah paket peralatan analisis untuk menggenerasikan dan merespon (NPING)

h. Wireshark
Wireshark merupakan aplikasi analisa netwrok protokol paling digunakan di dunia, Wireshark bisa mengcapture data dan secara interaktif menelusuri lalu lintas yang berjalan pada jaringan komputer, berstandartkan de facto dibanyak industri dan lembaga pendidikan.
Sumber : 
http://billymerkava.blogspot.com/2013/01/adakah-tools-lain-untuk-melakukan-audit.html

Pretest COBIT Analisis Kinerja Sistem

COBIT adalah merupakan kerangka panduan tata kelola TI dan atau bisa juga disebut sebagai toolset pendukung yang bisa digunakan untuk menjembatani gap antara kebutuhan dan bagaimana teknis pelaksanaan pemenuhan kebutuhan tersebut dalam suatu organisasi. COBIT memungkinkan pengembangan kebijakan yang jelas dan sangat baik digunakan untuk IT kontrol seluruh organisasi, membantu meningkatkan kualitas dan nilai serta menyederhanakan pelaksanaan alur proses sebuah organisasi dari sisi penerapan IT.


Cobit berorientasi proses, dimana secara praktis Cobit dijadikan suatu standar panduan untuk membantu mengelola suatu organisasi mencapai tujuannya dengan memanfaatkan IT. Cobit memberikan panduan kerangka kerja yang bisa mengendalikan semua kegiatan organisasi secara detail dan jelas sehingga dapat membantu memudahkan pengambilan keputusan di level top dalam organisasi.

Cobit memiliki 4 Cakupan Domain :

1. Perencanaan dan Organisasi (Plan and Organise)
Domain ini mencakup strategi dan taktik yang menyangkut identifikasi tentang bagaimana TI dapat memberikan kontribusi terbaik dalam pencapaian tujuan bisnis organisasi sehingga terbentuk sebuah organisasi yang baik dengan infrastruktur teknologi yang baik pula.
2. Pengadaan dan Implementasi (Acquire and Implement)
Untuk mewujudkan strategi TI, solusi TI perlu diidentifikasi, dibangun atau diperoleh dan kemudian diimplementasikan dan diintegrasikan dalam proses bisnis.
3. Pengantaran dan Dukungan (Deliver and Support)
Domain ini berhubungan dengan penyampaian layanan yang diinginkan, yang terdiri dari operasi pada security dan aspek kesinambungan bisnis sampai dengan pengadaan training.
4. Pengawasan dan Evaluasi (Monitor and Evaluate)

Semua proses TI perlu dinilai secara teratur dan berkala bagaimana kualitas dan kesesuaiannya dengan kebutuhan kontrol.

Rabu, 22 Januari 2014

Pengenalan E-Government (Softskill)

Pengantar Telematika
Hanifidiani (13110221)
Riapita Zointia (15110881)
Siti Sarah Amaliani (16110619)

Kami awalnya mencari-cari informasi di Internet dengan browsing melalui search engine google, lalu setelah mengetik keyword ‘bentuk-bentuk telekomunikasi’ kami menemukan banyak sekali website ataupun blog yang membahas tentang materi tersebut, maka pekerjaan kami lebih mudah dirasa, lalu saya memilah-milah website atau blog mana yang akan kami ambil materinya dan mempersingkat materi yang saya dapatkan, akhirnya saya memutuskan mengambil materi dari http://lanicitraagustini.blogspot.com/2013/10/pengantar-telematika.html karena menurut kami blog tersebut yang paling lengkap, sudah disertai dengan sejarah, pengertian, dan manfaat yang ada pada telematika.

Sejarah Telematika
Istilah telematika pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya L'informatisation de la Societe. Istilah telematika yang berasal dari kata dalam bahasa Perancis telematique merupakan gabungan dua kata telekomunikasi dan informatika.

Pengertian Telematika
Telematika merupakan teknologi komunikasi jarak jauh, yang menyampaikan informasi satu arah, maupun timbal balik, dengan sistem digital. pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi. Yang termasuk dalam telematika ini adalah layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika.
Telematika menunjuk pada hakikat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekominikasi, media, dan informatika. Dalam Pengantar pada Mata Kuliah Hukum Telematikan Fakultas Hukum Universitas Indonesia, dinyatakan bahwa istilah telematika merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi telekomunikasi, media, dan informatika yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Istilah Teknologi Informasi itu sendiri merujuk pada perkembangan teknologi perangkat-perangkat pengolah informasi.

Bidang-bidang yang terkait
Ragam bentuk yang akan disajikan merupakan aplikasi yang sudah berkembang diberbagai
sektor, maka tidak menutup kemungkinan terjadi tumpang tindih. Semua kegiatan dengan istilah work and play dapat menggunakan telematika sebagai penunjang kinerja usaha semua usaha dalam semua sektor, sosial, ekonomi dan budaya.




1. E-goverment (Pemerintahan)
E-goverment dihadirkan dengan maksud untuk administrasi pemerintahan secara elektronik. Di Indonesia ini, sudah ada suatu badan yang mengurusi tentang telematika, yaitu Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI). TKTI mempunyai tugas mengkoordinasikan perencanaan dan mempelopori program aksi dan inisiatif untuk menigkatkan perkembangan dan pendayagunaan teknologi telematika di Indonesia, serta memfasilitasi dan memantau pelaksanaannya. Tim tersebut memiliki beberapa terget. Salah satu targetnya adalah pelaksanaan pemerintahan online atau e-goverment dalam bentuk situs/web internet. Dengan e-goverment, pemerintah dapat menjalankan fungsinya melalui sarana internet yang tujuannya adalah memberi pelayanan kepada publik secara transparan sekaligus lebih mudah, dan dapat diakses (dibaca) oleh komputer dari mana saja. E-goverment juga dimaksudkan untuk peningkatan interaksi, tidak hanya antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga antar sesama unsur pemerintah dalam lingkup nasional, bahkan intrernasional. Pemerintahan tingkat provinsi sampai kabupaten kota, telah memiliki situs online. Contohnya adalah DPR, DKI Jakarta, dan Sudin Jaksel. Isi informasi dalam e-goverment, antara lain adalah profil wilayah atau instansi, data statistik, surat keputusan, dan bentuk interaktif lainnya.

Keuntungan :
  1. Memperbaiki kualitas pelayanan pemerintah kepada para stakeholder-nya (masyarakat, kalangan bisnis, dan industri) terutama dalam hal kinerja efektivitas dan efisiensi di berbagai bidang kehidupan bernegara;
  2. Meningkatkan transparansi, kontrol, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka penerapan konsep Good Governance di pemerintahan (bebas KKN);
  3. Mengurangi secara signifikan total biaya administrasi, relasi, dan interaksi yang # dikeluarkan pemerintah maupun stakeholdernya untuk keperluan aktivitas sehari-hari;
  4. Memberikan peluang bagi pemerintah untuk mendapatkan sumber-sumber pendapatan baru melalui interaksinya dengan pihak-pihak yang berkepentingan;
  5. Menciptakan suatu lingkungan masyarakat baru yang dapat secara cepat dan tepat menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi sejalan dengan berbagai perubahan global dan trend yang ada; dan
  6. Memberdayakan masyarakat dan pihak-pihak lain sebagai mitra pemerintah dalam proses pengambilan berbagai kebijakan publik secara merata dan demokratis.

Kekurangan :
  1. Kultur berbagi belum ada
  2. Pola pikir masih sederhana (gagap teknologi)
  3. Terbatasnya jumlah server dan sedikitnya software berlisensi karena mahal
  4. Sumber daya manusia yang handal di bidang TI kurang
  5. Belum terintegrasinya database dan sistem aplikasi secara menyeluruh
  6. Infrastruktur belum memadai
  7. Tempat akses terbatas





Postest Kendali dan Audit SI

Pengendalian TI didefinisikan sebagai suatu pernyataan hasil yang diinginkan atau maksud yang dicapai oleh prosedur pengendalian implementasi dalam kegiatan TI khusus.
Terdapat 15 area pengendalian, sebut dan jelaskan.

Area Pengendalian ada 15 yaitu :
1.             Integritas Sistem
2.            Manajemen Sumber Daya (Perencanaan Kapasitas)
3.            Pengendalian Perubahan S/W Aplikasi dan S/W sistem
4.            Backup dan Recovery
5.            Contigency Planning
6.            System S/W Support
7.            Dokumentasi
8.            Pelatihan atau Training
9.            Administrasi
10.         Pengendalian Lingkungan dan Keamanan Fisik
11.          Operasi
12.         Telekomunikasi
13.         Program Libraries
14.         Application Support (SDLC)
15.         Pengendalian Mikrokomputer

Berikut ini adalah penjelasan masing-masing area pengendalian :
Integritas Sistem
·   Ketersediaan dan kesinambungan sistem komputer untuk user.
·   Kelengkapan, Keakuratan, Otorisasi, serta proses yang auditable.
·   Persetujuan dari user atas kinerja sistem yang di inginkan.
·   Preventive maintenance agreements untuk seluruh perlengkapan.
·   Kesesuaian kinerja antara S/W dan jaringan dengan yang diharapkan.
·   Serta adanya program yang disusun untuk operasi secara menyeluruh.

Manajemen Sumber Daya
·     Faktor-faktor yang melengkapi integritas sistem.
·     Yaitu meyakini kelangsungan (ongoing) H/W, S/W, SO, S/W aplikasi, dan komunikasi jaringan                 komputer, telah di pantau dan dikelola pada kinerja yang maksimal namun tetap dengan biaya yang wajar.
·     Hal-hal tersebut di dokumentasikan secara formal, demi proses yang berkesinambungan.

Pengendalian Perubahan S/W Aplikasi dan S/W sistem
·    Menentukan adanya keterlibatan dan persetujuan user dalam hal adanya perubahan terhadap s/w aplikasi dan s/w sistem.
·   Setiap pengembangan dan perbaikan aplikasi harus melalui proses formal dan didokumentasikan serta telah melalui tahapan-tahapan pengembangan sistem yang dibakukan dan disetujui.

Backup dan Recovery
·  Demi kelangsungan usaha, harus tersedia data processing disaster recovery planning (rencana pemulihan data dan pusat sistem informasi apabila terjadi kehancuran),
·  Baik berupa backup dan pemulihan normal, maupun rencana contingency untuk kerusakan pusat SI (lokasi gedung, peralatanya, SDM-nya maupun manualnya).

Contigency Planning
· Perencanaan yang komprehenshif di dalam mengantisipasi terjadinya ancaman terhadap fasilitas pemrosesan SI.
·  Dimana sebagian besar komponen utama dari disaster recovery plan telah dirumuskan dengan jelas, telah di koordinasikan dan disetujui, seperti critical application systems, identifikasi peralatan dan fasilitas penunjang H/W, sistem S/W dan sebagainya.

System S/W Support
·    Pengukuran pengendalian dalam pengembangan, penggunaan, dan pemeliharaan dari S/W SO, biasanya lebih canggih dan lebih cepat perputarannya dibandingkan dengan S/W aplikasiDengan ketergantungan yang lebih besar kepada staf teknik untuk integritas fungsionalnya.
·    Pengukuran kendali pengamanan aplikasi individu maupun pengamanan logika sistem secara menyeluruh (systemwide logical security).

Dokumentasi
·   Integritas dan ketersediaan dokumen operasi, pengembangan aplikasi, user dan S/W sistem.
·   Diantaranya dokumentasi program dan sistem, buku pedoman operasi dan schedule operasi.
·   Untuk setiap aplikasi sebaiknya tersedia dokumentasi untuk tiap jenjang user.

Pelatihan atau Training
·  Adanya penjenjagan berdasarkan kemampuan untuk seluruh lapisan manajemen dan staf, dalam hal penguasaannya atas aplikasi-aplikasi dan kemampuan teknisnya.
·   Serta rencana pelatihan yang berkesinambungan.

Administrasi
·    Struktur organisasi dan bagannya, rencana strategis, tanggungjawab fungsional, job description, sejalan dengan metoda job accounting dan/atau charge out yang digunakan.
·     Termasuk didalamnya pengukuran atas proses pengadaan dan persetujuan untuk semua sumber daya SI.

Pengendalian Lingkungan dan Keamanan Fisik
·    Listrik, peyejuk udara, penerang ruangan, pengaturan kelembaban, serta kendali akses ke sumber daya informasi.
·     Pencegahan kebakaran, ketersediaan sumber listrik cadangan.
·     Juga pengendalian dan backup sarana telekomunikasi.

Operasi
·    Diprogram untuk merespon permintaan/keperluan SO.
·   Review atas kelompok SO berdasarkan job schedulling, review yang terus-menerus terhadap operator, retensi terhadap console log message, dokumentasi untuk run/restore/backup atas seluruh aplikasi.
·    Daftar personel, dan nomor telepon yang harus dihubungi jika muncul masalah SO, penerapan sistem sift dan rotasi serta pengambilan cuti untuk setiap operator.

Telekomunikasi
·   Review terhadap logical and physical access controls.
·   Metodologi pengacakan (encryption) terhadap aplikasi electronic data interchange (EDI).
·  Adanya supervisi yang berkesinambungan terhadap jaringan komputer dan komitmen untuk ketersediaan jaringan tersebut dan juga redundansi saluran telekomunikasi.

Program Libraries
·   Terdapat pemisahan dan prosedur pengendalian formal untuk application source code dan compiled production program code dengan yang disimpan di application test libraries development.
·     Terdapat review atas prosedur quality assurance.

Application Support
·       Bahwa proses tetap dapat berlangsung walaupun terjadi kegagalan sistem.
·    Sejalan dengan kesinambungan proses untuk inisiasi sistem baru, manajemen proyek, proses pengujian yang menyeluruh antara user dan staf SI.
·      Adanya review baik formal maupun informal terhadap tingkat kepuasan atas SDLC yang digunakan.

Microcomputer Controls
·    Pembatasan yang ketat dalam pengadaan, pengembangan aplikasi, dokumentasi atas aplikasi produksi maupun aplikasi dengan misi yang kritis, sekuriti logika, dan fisik terhadap microcomputer yang dimiliki.
·    Serta pembuatan daftar inventaris atas H/W, S/W, serta legalitas dari S/W untuk menghindari tuntutan pelanggaran hak cipta.


Pretest Kendali Audit SI

Pengendalian internal telah mengalami perubahan dari konsep 'ketersediaan pengendalian' ke konsep 'proses pencapaian tujuan'.
Apakah maksud dari konsep 'Proses Pencapaian Tujuan' tersebut?

Konsep pengendalian internal telah mengalami perubahan dari konsep ‘ketersediaan pengendalian’ ke konsep ‘proses pencapaian tujuan’. Dengan konsep baru tersebut disadari bahwa intelektualitas tidak hanya terletak pada pimpinan, tetapi juga seluruh orang di dalam organisasi. Namun, untuk mencapai tujuan orang-orang dalam organisasi termasuk pimpinan harus jelas wewenang, tanggung jawab dan tugas pekerjaannya. Biasanya, mereka yang dekat dengan konsumen-lah yang paling mengerti dengan kebutuhan pasar. Pengorganisasian yang paling tepat untuk kondisi seperti ini adalah seperti pengorganisasian orkes simponi.

Organisasi ini sepenuhnya akan digerakan oleh dinamika para pekerja (ujung tombak) sesuai spesialisasi masing-masing. Untuk menjaga kekompakkan agar terjadi irama yang serasi dibutuhkan seorang manajer yang berfungsi sebagai konduktor. Manajer tersebut tidak lagi harus memiliki pengetahuan teknis seperti yang dimiliki pemain orkesnya, tetapi yang diperlukan hanya seorang yang mampu mengatur tempo dan menguasai tingkatan nada.

Sabtu, 09 November 2013

Tugas v-class Analisis Kinerja Sistem (pretest)

Untuk mengamankan suatu sistem informasi, apa saja yang perlu dilindungi ?

1. Aset Fisik
- Brainware/Orang (programmer, end user, analis, dll)
- Hardware (media penyimpanan, printer, terminal, dll)
- Fasilitas (furnitur, ruang kantor, ruang komputer, dll)
- Dokumentasi
- Supplies (kertas, kaset, dll)

2. Aset Logika
- Data atau informassi dan software termasuk sistem
- Aplikasi

menurut saya hanya itu saja yang perlu dilindungi dalam suatu sistem informasi

Tugas v-class Analisis Kinerja Sistem (postest)

Langkah-langkah utama pelaksanaan program keamanan

Aset : Perlindungan aset merupakan hal yang penting dan merupakan langkah awal dari berbagai implementasi keamanan komputer.

Analisis Resiko : tentang identifikasi akan resiko yang mungkin terjadi, sebuah even yang potensial yang bisa mengakibatkan suatu sistem dirugikan.

Perlindungan : Kita dapat melindungi jaringan internet dengan pengaturan internet firewall yaitu suatu akses yang mengendalikan jaringan internet yang menempatkan web dan FTP server pada suatu server yang sudah dilindungi firewall.

Alat : alat atau tool yang digunakan pada suatu komputer merupakan peran penting dalam hal keamanan karena tool yang digunakan harus benar-benar aman.

Prioritas : jika keamanan jaringan merupakan suatu prioritas, maka suatu organisasi harus membayar harga baik dari segi material maupun non-material. Suatu jaringan komputer pada tahap awal harus diamankan dengan firewall atau lainnnyya yang mendukung suatu sistem keamanan.

Ada 4 langkah yang diambil dalam mendefinisikan resiko, yaitu :
1. Identifikasi aset-aset bisnis yang harus dilindungi dari resiko
2. Kenali resiko
3. Tentukan tingkat-tingkat dari dampak yang ditimbulkan resiko pada perusahaan
4. Analisis kelemahan-kelemahan perusahaan

Kontrol teknis adalah kontrol yang dibangun dalam sistem oleh pengembang selama siklus hidup pengembangan sistem (SDLC). Auditor internal dalam tim proyek harus memastikan bahwa kontrol telah disertakan sebagai bagian dari perancangan sistem. Sebagian besar kontrol keamanan berdasarkan pada teknologi perangkat keras dan perangkat lunak. Kontrol yang biasa dipakai saat ini adalah sebagai berikut :
1. Kontrol terhadap akses
2. Sistem deteksi gangguan
3. Firewalls
4. Kontrol kriptografi
5. Kontrol fisik

Sumber :
http://danangkyend.blogspot.com/2013/01/aset-sistem-informasi-harus-dilindungi.html
http://malaboston.blogspot.com/2012/11/aset-sistem-informasi-harus-dilindungi.html

Jumat, 28 Juni 2013

Tugas Bahasa Indonesia ke-4

Pergeseran Bahasa Pada Masyarakat

Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat multilingual dan multikultural yang sarat dengan terjadinya fenomena kebahasaan. Hal ini disebabkan adanya kontak bahasa yang tidak dapat dihindari, khususnya di daerah perbatasan. Perebutan pengaruh pemakaian bahasa (bahasa ibu) oleh masing-masing pemilik bahasa sangat menentukan keberlangsungan bahasa yang dimilikinya. Untuk itu, keloyalitasan penutur bahasa ibu sangat memengaruhi keberadaan bahasa ibu dalam komunikasi. Semakin tinggi loyalitas pemakaian bahasa ibu akan berpeluang eksistensi bahasa ibu sulit bergeser dalam masyarakat tutur. Sebaliknya, semakin rendah loyalitas pemakaian bahasa ibu akan berpeluang terjadinya pergeseran bahasa dan lambat laun akan terjadi kepunahan bahasa ibu.
Pergeseran bahasa itu terjadi manakala masyarakat pemakai bahasa memilih suatu bahasa baru untuk mengganti bahasa sebelumnya. Dengan kata lain, pergeseran bahasa itu terjadi karena masyarakat bahasa tertentu beralih ke bahasa lain, biasanya bahasa yang dominan dan berprestise, lalu digunakan dalam ranah-ranah pemakaian bahasa yang lama, pemertahanan bahasa dalam masyarakat bahasa tetap menggunakan bahasa-bahasa secara kolektif atau secara bersama-sama dalam ranah-ranah pemakaian tradisional.
Keragaman bahasa daerah sebagai bahasa ibu oleh masing-masing penutur saat ini didapati mendapat tantangan atas keberadaan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa asing. Untuk itu, pergeseran bahasa ataupun pemertahanan bahasa daerah sebagai bahasa ibu dimungkinkan mewarnai kondisi yang demikian. Hal ini selaras dengan pendapat Wilian (2005:94) sebagai bangsa yang multilingual, gejala pergeseran bahasa itu memang juga sedang melanda bahasa daerah (bahasa ibu) di Indonesia. Misalnya, penelitian Gunarwan (2001) yang menghasilkan temuan bahwa bahasa Lampung (bahasa daerah) tergeser akibat adanya desakan bahasa Indonesia. Di samping itu, pergeseran bahasa (language shift) juga bisa terjadi di kalangan generasi muda. Sebagaimana penelitian bahasa Tonsea di Sulut yang dilakukan oleh Wantania (1996) dan Siregar et.al (1998) yang meneliti kasus pemertahanan bahasa dan sikap bahasa masyarakat bilingual di Medan.
Sehubungan dengan uraian di atas, wilayah perbatasan sangat rentan terjadinya pergeseran bahasa, khususnya ranah keluarga yang digunakan sebagai sarana kali pertama pemerolehan bahasa ibu. Untuk itu, pergeseran bahasa Jawa pada masyarakat wilayah perbatasan Jawa-Sunda dalam ranah keluarga di Losari diasumsikan dapat terjadi. Hal ini dikarenakan seringnya terjadi kontak bahasa antara bahasa Jawa dan bahasa Sunda ditambah dengan bahasa Indonesia bahkan bahasa asing dalam peristiwa tutur. Situasi kebahasaan yang demikian memberikan peluang terjadi pergeseran bahasa Jawa, khususnya dalam ranah keluarga. Selanjutnya, ranah keluarga tersebut dijadikan fokus dalam penelitian pergeseran bahasa Jawa pada masyarakat wilayah perbatasan Jawa-Sunda di Losari. Pengfokusan penelitian ini didasarkan pada anggapan bahwa ranah keluarga terdapat pada setiap masyarakat bahasa dan dapat mewakili potret masyarakat yang diteliti secara menyeluruh.

Dampak Globalisasi terhadap Sikap Bahasa

Globalisasi sudah menjadi fenomena semesta; globalisasi, suka atau tidak suka, juga mengubah sikap bahasa penutur Indonesia terhadap BI, terutama di kota-kota besar di Indonesia, khususnya terhadap BI resmi, penggunaan BI resmi, termasuk bahasa nasional, dianggap kurang bergengsi (kurang prestise), kurang nyaman (comfort), kurang canggih, bahkan dirasakan kurang aksi/kurang bergaya (prestige motive). Sikap ini juga terjadi pada media-media elektronik kita, dengan dalih era globalisasi, mata-mata acara ditayangkan dengan bahasa Inggris, malahan presenternya pun menggunakan bahasa gado-gado.

Demikian pula halnya sikap bahasa terhadap bahasa daerah, bahasa daerah kita cenderung telah tergusur karena penggunaan bahasa daerah dianggap kampungan. Sikap seperti itu tidak boleh terjadi; ini amat berbahaya karena penggusuran terhadap bahasa daerah akan berakibat terhadap tergusurnya kebudayaan daerah; hilangnya bahasa daerah berarti hilangnya kebudayaan daerah. Itu akan menimbulkan kekosongan/ kehampaan kebudayaan (cultural void), ini akan mencengkeram masyarakat. Sebagaimana kita ketahui, bahasa adalah jaringan sentral kebudayaan, di samping sebagai salah satu produk kebudayaan itu sendiri. Penggantian budaya yang sudah mapan dan berakar oleh budaya lain yang baru dan asing bisa menjadi fatal; ini akan menjadi krisis identitas yang amat serius. Konon masyarakat yang kehilangan budayanya akan dihinggapi penyakit kehilangan kepercayaan diri; masyarakat itu akan selalu bergantung kepada orang lain, akan mencari tuntunan orang lain di dalam membuat putusan-putusan.
Setakat ini sikap bahasa yang lain adalah kecenderungn memberi gengsi tinggi terhadap BI ragam rendah/ragam bahasa gaul, termasuk suka mencampur-campur unsur bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, di samping suka beralih-alih ke bahasa tersebut, padahal konteks dan situasi komunikasi tidak menuntutnya. Dengan kata lain, terdapat tumpang-tindih ranah penggunan bahasa. Ranah yang menuntut penggunaan bahasa resmi disulih dengan bahasa ragam rendah/bahasa gaul; konteks dan situasi interaksi resmi disulih dengan bahasa campur-campur atau dengan konstruksi wacana yang penuh dengan interferensi dari nonbahasa Indonesia resmi.

Secara kasat mata, globalisasi juga menurunkan derajat kebakuan ragam bahasa resmi: BI resmi mendapat gangguan dari bahasa asing, terutama bahasa utama dunia, seperti bahasa Inggris; gangguan ini cenderung tampak pada tingginya gejala interferensi (baik secara gramatikal maupun leksikal) dan gejala campur-campur bahasa BI-BA/Inggris, termasuk pemanfaatan alternasi (beralih/alih bahasa) yang sebenarnya tidak diperlukan/tidak dituntut dalam situasi komunikasi yang sedang berlangsung. Yang lebih memprihatinkan adalah bahwa globalisasi mengimplikasikan kecenderungan mengendurnya semangat nasional pada generasi muda bangsa kita, terutama di kota-kota besar.

Selasa, 11 Juni 2013

Tugas Bahasa Indonesia ke-3


BAHASA INDONESIA 2
Di Susun Oleh     :
·        Citra Quintiara Indah (11110616)
·        Ferry Arriyadi (12110754)
·        Siti Sarah Amaliani (16110619)
Kelas                    : 3KA08
Tugas Bahasa Indonesia 2 # (Tugas Ke-3)

1)      Mengapa Fungsi Komunikasi Bahasa disebut Fungsi Dasar ? Mengapa pula disebut Fungsi Utama ?

Jawab : Karena Bahasa adalah kapasitas khusus yang ada pada manusia untuk memperoleh dan menggunakan sistem komunikasi yang kompleks, dan sebuah bahasa adalah contoh spesifik dari sistem tersebut.

2)      Sebutkan 3 Contoh alat komunikasi Sosial yang bukan Bahasa, dan jelaskan Fungsinya !

Jawab : Tulisan : untuk menyampaikan curahan penulis yang tertuang di dalam tulisannya, sehingga para pembaca dapat mengerti maksud penulis membuat tulisan tersebut.
Musik : untuk mengekspresikan nada-nada atau irama yang ada didalamnya sehingga sampai ke telinga pendengar dan menangkap maknanya.
Lukisan : untuk mengekpresikan apa yang pelukis rasakan, dan menyampaikannya kepada para penikmat lukisan.
3)      Bahasa Indonesia mempunyai 4 Definisi, yaitu Definisi Nominal, Formal, Operasional, dan Luas. Jelaskan 4 jenis Definisi tersebut dan Tuangkan Jawabannya dalam sebuah teks dengan Topik Teknologi Informasi/yang terkait dengan bidang studi kalian. Tulisan dibuat secara singkat dan jelas !
Jawab :

A)  DEFINISI NOMINAL
Definisi ini biasa digunakan dalam kamus.
Dalam definisi ini suatu kata dibatasi dengan kata lain yang merupakan sinonimnya (padanan), dan dengan terjemahannya atau menunjukkan asal katanya (etimologi).
Contoh :
a. Badut ialah pelawak.
b. Ikan dalam Bahasa Inggris disebut fish.
B) DEFINISI FORMAL
Definisi formal terdiri dari ruas atau bagian yaitu :
- Definiendum = bagian yang didefinisikan
- Definiens      = bagian yang mendefinisikan

Contoh :
a. Kiper adalah pemain bola yang bertugas menjaga gawang.
b. Selat ialah lautan sempit yang terletak diantara dua pulau.
c. SMK adalah lembaga pendidikan di bidang kejuruan.

C) DEFINISI OPERASIONAL
Definisi ini kita perlukan jika kita mengadakan penelitian sehubungan dengan hal – hal yang tidak dapat diamati atau diukur secara langsung.

Misal : anda ingin mengetahui apakah mutu makanan mempengaruhi pertumbuhan ikan.
Untuk membahasnya perlu kita ketahui atau dijelaskan apa mutu makanan dan apa arti pertumbuhan ikan.
Contoh :
a. Kepadatan penduduk ialah jumlah rata – rata penduduk per kilometer persegi.
b. Daya angkut mobil sampah ialah jumlah sampah dalam meter kubik yang dapat dimuatkan ada bak mobil.

D) DEFINISI LUAS
Definisi ini merupakan uraian panjang lebar, bisa satu paragraph, satu bab, atau bisa meliputi seluruh karangan. Definisi ini diperlukan bila kita berhadapan dengan suatu konsep yang amat rumit, yang tidak bisa dijelaskan dengan kalimat yang pendek.
Contoh :
Manusia selain memerlukan makanan, air, dan vitamin, juga memerlukan bermacam – macam mineral.
Apakah mineral itu? Mineral ialah unsur – unsur zat yang terdapat di dalam tanah. Zat – zat ini berwujud sebagai pesenyawaan kimia yang disebut garam. Kira – kira empat persen dari tubuh manusia terdiri dari bermacam – macam mineral, yaitu kalsium, tembaga, dan yodium. Unsur yang terbanyak adalah kalsium dan fosfor, yaitu antara 2,3 dan 3,4 persen dari ubuh atau antara 57 dan 85 persen dari seluruh mineral yang ada di dalam tubuh.
4). Cari Paragraf Deduktif dan Paragraf Induktif !
Jawab :
Kalimat Deduktif adalah kalimat utama berada di awal paragraf.
Contoh : Kecelakaan berbagai jenis peralatan utama sistem persenjataan milik TNI masih sering terjadi. Sepanjang tahun 2010 saja, tercatat sudah 76 anggota TNI tewas dalam berbagai kecelakaan. Korban jiwa tak hanya jatuh dari pihak TNI, namun rakyat sipil pun kadang juga turut menjadi korban. Kondisi seperti ini dikhawatirkan akan semakin menjatuhkan moral prajurit TNI.
Kalimat Induktif adalah paragraf yang memiliki gagasan utama, atau inti pokok permasalahannya terletak pada akhir paragraph.
Contoh : Pada waktu anak didik memasuki pendidikan formal, pendidikan bahasa Indonesia secara metodologis dan sistematis bukanlah merupakan halangan baginya untuk memperluas dan memantapkan bahasa daerah. SEtelah anak didik meninggalkan kelas, ia kembali mempergunakan bahasa daerah dengan teman-temannya atau orang tuanya. ia merasa lebih intim dengan bahasa daerah. jam sekolah hanya berlangsung selama beberapa jam. Baik waktu istirahat ataupun diantara jam-jam pelajaran, unsur-unsur bahasa daerah tetap digunakan. Ditambah lagi jika sekolah itu bersifat homogen dan gurunya penutur  asli bahasa daeah itu. Faktor-faktor inilah yang menyebabkan pengetahuan si anak terhadap bahasa daerahnya akan tetap maju
5). Cari dan Temukan paragraf atau wacana Campuran : Deskripsi, Narasi, Argumentasi baik yang Deduktif maupun yang Induktif !
Jawab :
Narasi adalah jenis karangan yang isinya mengisahkan kehidupan seseorang. Oleh karena ituparagraf narasi adalah paragraf yang isinya mengisahkan kehidupan seseorang.
Contoh : Erwin adalah pekerja anak yang sehari-hari mengangkat pasir dari dasar Sungai Indanagawo di Gunung Sitoli, Pulau Nias, Sumatera Utara. Pekerjaan itu ia lakukan setiap usai pulang sekolah hingga sore hari. Dari pekerjaannya sebagai penambang pasir sungai tersebut, untuk satu kendaraan angkutan jenis Colt yang bisa ia isi penuh dengan pasir, Erwin mendapat bayaran hingga Rp 40.000,00. Hasil dari usahanya itulah yang membiayai pendidikannya, selain untuk ikut meringankan beban orang tuanya. (“Khazanah”, dalam Kompas, 6 Desember 2005)
Deskripsi adalah paragraf yang isinya menggambarkan keadaan sesuatu atau suasana tertentu, atau yang isinya membeberkan hal orang, benda, keadaan, sifat, atau keadaan tertentu.
Contoh : Mau tahu isi terowongan itu? Kalau kita masuk sekitar 30 meter ke depan, suasananya memang sangat gelap. Namun, di bawah atau di lantai yang kita pijak terdapat lampu petunjuk jalan. Setelah itu, kita bisa menjumpai lantai kaca yang di dalamnya hidup berbagai macam ular. Ada juga tembok kaca yang di dalamnya berisi berbagai macam binatang. (“Primata Tersisa di Schmutzer”, dalam Suara Merdeka, 10 September 2006)
Argumentasi adalah paragraf yang isinya meyakinkan pembaca dengan mengemukakan bukti-bukti konkret atau fakta-fakta yang konkret.
Contoh : Faktor genetik atau keturunan sangat mempengaruhi munculnya asma. Penelitian asma pada orang kembar menunjukkan kejadian asma pada orang kembar satu telur lebih tinggi daripada kembar dua telur. Tetapi, anak kembar dari satu telur tidak selalu keduanya menderita asma. Hal ini membuktikan bahwa faktor genetik atau keturunan merupakan faktor yang memudahkan munculnya asma. Namun, faktor lingkungan menentukan kapan dimulainya penyakit bermanifestasi klinis. (“Mengapa Terjadi Asma”, dalam Suara Merdeka, 10 September 2006)

Tugas Bahasa Indonesia ke-2

BAHASA INDONESIA 2
Di Susun Oleh     :
·        Citra Quintiara Indah (11110616)
·        Ferry Arriyadi (12110754)
·        Siti Sarah Amaliani (16110619)
Kelas                    : 3KA08
Tugas Bahasa Indonesia 2 # (Tugas Ke-2)

1.  Baca literatur tentang kalimat efektif dan kesejajaran kata dalam kalimat (literatur bebas dan harus dicantumkan dalam daftar referensi). Cari data melalui majalah dan surat kabar masing-masing sebanyak 5 kalimat. Pilih kalimat yang tidak memperhatikan unsure kesejajaran bentuk kata dalam sebuah kalimat! Ubahlah kalimat tersebut sehingga menjadi kalimat efektif dengan memperhatikan kesejajaran bentuk kata-katanya.

Ø Kalimat non-Efektif
·        Revitalisasi terminal dibiayai pihak ketiga dan sebagai kompensasinya Pemerintah Kota Bogor menyerahkan sebagian lahan di Terminal Baranangsiang untuk area komersial yang mereka kelola. (Warta Kota, 3 Mei 2013, Hotel di Terminal diprotes)
·        Sejumlah warga, memang terpaksa mengungsi karena jika banjir tiba, akses air bersih maupun listrik sulit diperoleh.  (Warta Kota, 3 Mei 2013, Terpaksa evakuasi ibunya).
·        Kopaja berniat menambah Kopaja dengan tarif Rp 5.000 ini namun disesuaikan dengan kondisi keuangan koperasi dan kemampuan pinjaman ke perbankan. (Warta Kota, 3 Mei 2013, Kopaja AC 602 segera beroperasi).
·        Sehari menjejakan kaki di Jakarta, Sophie langsung diundang menjadi bintang tamu berbagai talkshow. (Koran Nyata, 3 Oktober 2011, Sophia Latjuba).
·        Selain karena uang, di dalam kontrak jelas disebutkan bahwa aku boleh menghapus tatto tersebut. (Koran Nyata, 3 Oktober 2011, Kisah).

Ø Kesejajaran Kata dalam Kalimat
·        Revitalisasi terminal ini dibiayai pihak ketiga dan sebagai kompensasinya sebagian lahan di Terminal Baranangsiang diserahkan oleh Pemerintah Kota Bogor untuk area komersial yang mereka kelola. (Warta Kota, 3 Mei 2013, Hotel di Terminal diprotes).
·        Sejumlah warga, memang terpaksa mengungsi karena jika banjir tiba, sulit memperoleh akses air bersih maupun listrik. (Warta Kota, 3 Mei 2013, Terpaksa evakuasi ibunya).
·        Kopaja berniat menambah armada dengan tarif Rp 5.000 ini namun menyesuaikan dengan kondisi keuangan koperasi dan kemampuan pinjaman ke perbankan. (Warta Kota, 3 Mei 2013, Kopaja AC 602 segera beroperasi).
·        Sehari menjejakan kaki di Jakarta, berbagai talkshow langsung mengundang Sophie menjadi bintang tamu. (Koran Nyata, 3 Oktober 2011, Sophia Latjuba).
·        Selain karena uang, di dalam kontrak jelas disebutkan bahwa tatto tersebut boleh dihapus. (Koran Nyata, 3 Oktober 2011, Kisah).



2.  Carilah masing-masing 3 kalimat yang mengutamakan bagian kalimat yang berupa keterangan tempat dan keterangan waktu. Tuliskan sumber kutipannya.

Ø Keterangan Tempat
·        Semuanya berawal dari celoteh Irfan hakim dan Asti Ananta, dua pembawa cara (MC) Gema Ramadan SCTV yang digelar di Bekasi, Jawa Barat (Koran Nyata, 3 Oktober 2011, Syahrini)
·        Steven dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga Darmo Satelit Surabaya (Koran Nyata, 4 April 2013, Ratu Downhil – Lion Air)
·        Acara Red Carpet Gala Premiere film Java Heat di Epicentrum, Kuningan, Jakarta begitu meriah (Koran Nyata, 4 April 2013, Gala Premiere Java Heat)

Ø Keterangan waktu
·        Untuk kepentingan yang sama, Ario juga diberangkatkan ke Amerika dengan rekan satu manejemnnya, Joe Taslim, mulai 19 April hingga 1 Mei (Koran Nyata, 4 April 2013, Ario Bayu)
·        Sekitar 10-15 menit berenang, akhirnya mereka bisa mencapai landasan (Koran Nyata, 4 April 2013, Ratu Downhil – Lion Air)
·        Pesawat baru datang sekitar Pukul 12.30 WIB (Koran Nyata, 4 April 2013, Ratu Downhil – Lion Air)




3.  Cari masing-masing 3 kalimat yang menunjukkan urutan peristiwa yang logis, dan 3 kalimat yang menunjukkan penegasan dengan cara mengulang kata yang dianggap penting. Tulis sumber kutipannya.

Ø Kelogisan
·        Orang tua pasti tidak menginginkan anak mengalami kendala selama di perjalanan, seperti mabuk kendaraan, terutama ketika harus menempuh perjalanan jauh dan lama. (Kompas, 24 Februari 2013, Klasika).
·        Satu hal yang terpikir adalah melawan, setelah itu berteriak sekeras mungkin. (Koran Nyata, 3 Oktober 2011, Kisah Manca).
·        Sejak kecil Arifin Putra cukup mengalami suka duka dalam hidupnya. (Koran Nyata, 3 Oktober 2011, Kisah)

Ø Penegasan
·        Presiden mengharapkan agar rakyat membangun bangsa dan negara ini dengan kemampuan yang ada pada dirinya. (Kompas, 24 Februari 2013, Politik).
·        Nurmala berurai air mata pada saat orang bergembira ria. (Kompas, 11 Mei 2010, Cerpen)
·        Mencari pekerjaan dijakarta tidak semudah yang kamu banyangkan apalagi kalau kami tidak punya koneksi.





4.     Carilah 5 kalimat yang di dalamnya terdapat pengulangan subjek kalimat yang tidak diperlukan. Salin kalimat itu dan tuliskan sumbernya.

Ø Pengulangan Subyek
·        Ketika dia membuka pintu mobil, tiba-tiba dia ditodong oleh perampok. (Koran Nyata, 3 Oktober 2011, Kisah Manca).
·        Saya suka kecantikan mereka, saya suka akan kelembutan mereka. (Koran Nyata, 3 Oktober 2011, Kisah).
·        Dia datang membawa bakul nasi, lalu dia meletakannya di atas meja makan. (Kompas, 11 Mei 2010, Cerpen).
·        Doni menduga-duga apa isi surat itu, apakah ini dari Siska, pacar Doni yang dia putuskan sebulan lalu? (Majalah Nova, 20 Juni 2011, Cerpenku).
·        Karena ia tidak diundang, dia tidak datang ke tempat itu. (Kompas, 11 Mei 2010, Cerpen).



5.     Cari kalimat-kalimat dengan variasi pembukaan:
a.       Frase keterangan tempat
b.       Frase keterangan waktu
c.       Frase keterangan cara
d.       Frase verbum
e.       Partikel penghubung

a.     Frase keterangan tempat
§  Di Mobil menuju ke Denpasar kulihat Aji hanya diam. Tapi aku tetap tidak menemukan kesusahan atau penderitaan dimatanya. (Koran Nyata, 3 Oktober 2011, Tiga Perempuan)
§  Di Masjid Baitussalam, kawasan Komplek Permata Puri Laguna, Cibubur, Depok, sang ustadz tampak penuh semangat menjalani syuting (Koran Nyata, 3 Oktober 2011, Ustadz Solmed)
§  Di Jakarta kemana-mana sesuka hati (Koran Nyata, 3 Oktober 2011, Sophia Latjuba)

b.     Frase keterangan Waktu
·        Jam tiga pagi, kudengar tangisan yang menyayat hati (Koran Nyata, 3 Oktober 2011, Tiga Perempuan)
·        Jam 10 pagi, akan digelar sidang pertama gugatan cerai Lydia Kandou dengan materi mediasi (Koran Nyata, 4 April 2013, Lydia Kandou)
·        Sepuluh Menit kemudian, Lydia keluar ruangan dan berjalan menuju ruangan dan berjalan menuju ruang arsip perdata (Koran Nyata, 4 April 2013, Lydia Kandou)




c.      Frase keterangan Cara
·        Dari bisik-bisik teman-temannya yang datang ke upacara itu, adik tiriku menangkap suaminya sedang bersama seorang perempuan (Koran Nyata, 3 Oktober 2011, Tiga Perempuan)
·        Dering telepon di ruang tamu terdengar bertubi-tubi (Koran Nyata, 3 Oktober 2011, Tiga Perempuan)
·        Saat sengkeran dan siraman pengantin perempuan menggunakan ubet-ubet kain, dan kain tangkepan

d.     Frase Verbum
·        Dengan seksama ia mendengarkan suara dari iphone-nya untuk mengetahui pesan suara yang masuk (Koran Nyata 4 April 2013, Andira Mahasiswi UI Tuna Netra)
·         Dengan mengikuti acara ini, saya dipaksa menurunkan level kegugupan saya (Koran Nyata, 4 April 2013, Lazaro Arbos)
·        Dengan dimasak, unsur organik buah dan sayur kembali ‘dimatikan’ menjadi an-organik, seperti di dalam tanah. (Koran Nyata, 3 Oktober 2011, Konsultasi).
e.      Partikel Penghubung
§  Jadi, saya harus sediakan waktu untuk belajar, mengisi otak saya dengan pengetahuan baru, memeprdalam kemampuan akting saya, serta menyegarkan pikiran (Koran Nyata, 3 Oktober 2011, Jeong il woo)
§  Tapi, jangan bayangkan malaikat mautnya sama seperti dalam film-film klasik yang seram (Koran Nyata, 3 Oktober 2011, Jeong il woo)

§  Namun April bersyukur, sekalipun segera menikah, dirinya tetap berhubungan baik dengan mantan (Koran Nyata, 3 Oktober 2011, April Jasmine)